GEBER Masjid Kemenag Bojonegoro, MINU Unggulan Sukorejo Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini

BOJONEGORO – Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER) yang digagas oleh Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro menjadi momentum positif bagi MINU Unggulan Sukorejo untuk menanamkan karakter cinta masjid dan kepedulian terhadap kebersihan kepada para siswa sejak dini.
Kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membersihkan lingkungan masjid, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai kebersihan dan kepedulian yang selama ini telah ditanamkan dalam proses pembelajaran di madrasah.
Kepala MINU Unggulan Sukorejo, Binti Fuadiyah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan GEBER memiliki nilai pendidikan yang sangat penting bagi perkembangan karakter peserta didik. Menurutnya, mengenalkan kecintaan terhadap masjid dapat dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya dengan membiasakan diri menjaga kebersihan masjid. “Menanamkan rasa cinta masjid melalui peduli dengan kebersihan masjid sejak dini,” ungkap Binti Fuadiyah.

Ia menjelaskan bahwa program GEBER memiliki keterkaitan yang erat dengan pembelajaran dan pembiasaan yang telah diterapkan di madrasah. Dalam keseharian, siswa telah dibiasakan untuk mencintai kebersihan dan menjaga lingkungan di mana pun mereka berada.
“Program GEBER masjid sangat selaras dengan program pembelajaran di madrasah. Dalam keseharian sudah ditanamkan untuk selalu mencintai kebersihan di manapun berada. Maka, GEBER masjid ini menjadi sarana mengimplementasikan materi yang sudah ditanamkan dalam program pembelajaran,” jelasnya.

Antusiasme para siswa pun terlihat selama mengikuti kegiatan. Mereka tidak hanya berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menunjukkan rasa bangga karena dapat mengambil bagian dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.
Menurut Kepala MINU Unggulan Sukorejo yang akrab disapa ustadzah Diyah, keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan semacam ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Nilai-nilai tentang kebersihan, kepedulian, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap masjid tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga dipraktikkan secara nyata. “Murid-murid sangat antusias dan mereka sangat bangga bisa ikut berperan dalam GEBER masjid ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ustadzah Diyah berharap program GEBER Masjid tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi agenda rutin yang terjadwal sehingga memberikan dampak yang lebih berkelanjutan terhadap pembentukan karakter peserta didik. “Harapan saya GEBER masjid tidak hanya sebuah seremonial saja, tetapi merupakan kegiatan rutinitas yang bisa terjadwal. Sehingga ke depan kita semakin bisa menanamkan karakter cinta dan memakmurkan masjid, di antaranya melalui GEBER masjid,” harapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro yang telah berinisiatif menghadirkan program GEBER Masjid. Menurutnya, gerakan tersebut dapat menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk membangun generasi yang tidak hanya peduli terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki kedekatan dan kecintaan terhadap masjid.
“Terima kasih kepada Kemenag yang sudah berinisiatif melaksanakan GEBER masjid ini. Semoga ini bisa memperkuat karakter murid-murid untuk semakin membumikan rasa cinta kebersihan di masjid,” pungkasnya.
Melalui GEBER Masjid, MINU Unggulan Sukorejo berkomitmen menjadikan kegiatan nyata sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Sebab, mencintai masjid tidak hanya diwujudkan dengan memakmurkannya melalui ibadah, tetapi juga dengan menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kesuciannya bersama-sama.[RRW]